Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu

Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu

Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu – Bila Anda merasakan diri Anda mengulang pemikiran dan sikap yang bikin rugi diri kita.

Penting untuk pahami akar penyebab darimanakah pemikiran dan sikap ini berasal. Kekalahan diri ialah suatu hal yang dapat Anda atasi.

Pikiran yang Menyimpang Menghancurkan Jalan Hidupmu!

Diperlukan mengenal keadaan dalam kehidupan Anda dan perjuangan masa lampau yang mengakibatkan spiral skema bikin rugi diri ini.

Manusia ialah makhluk yang mempunyai kebiasaan dan tumbuh subur di sejumlah besar waktu. Otak kita secara aktif berusaha untuk menahan kita mengubah langkah kita, dari coba beberapa hal baru dan tinggalkan zone nyaman kita.

Baca Juga: Pesimis Pemicu Suatu Kegagalan

Tetapi, kebiasaan berjalan dengan sendirinya. Bila Anda lakukan kebiasaan sehat seperti menggosok gigi tiap pagi dan malam, perjalanan Anda ke dokter gigi tidak begitu menyakitkan. Dan, ada kebiasaan mempersalahkan diri kita, yang kemungkinan tidak kita ketahui malah sakiti dibanding menolong kita.

Sudah pernahkah Anda mendapati diri Anda pada kondisi di mana selanjutnya, Anda menjelaskan: “Saya dapat menghindar semua stres itu bila saya tidak lakukan X, Y, atau Z.” Sesudah beberapa perenungan, Anda kemungkinan mengetahui jika Anda pernah ke situ di periode lalu.

Benar-benar gampang untuk mempersalahkan stres, sama seperti yang kerap dilaksanakan semua orang. Anda menjelaskan dalam diri sendiri jika Anda stres, kelebihan beban dengan pekerjaan, atau mungkin tidak seutuhnya mengikut program. Kemungkinan Anda tidak dapat tidur sepanjang sembilan jam saat malam sebelumnya. Peluangnya ialah, Anda sudah membuat kekeliruan yang mahal sebagai akibat dari pemikiran yang menghancurkan diri kita dan skema yang terukir di otak ini. Ini kemungkinan bukan pertamanya kali Anda melakukan tindakan secara stimulanif karena pemikiran yang menyelimpang terngiang di kepala Anda misalnya: “Siapakah yang saya bergurau? Itu tidak terjadi. Kenapa mengusik?” Silahkan kita selami pemikiran yang menghancurkan diri kita, pertama.

Apa Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu?

Pemikiran menjadi kuat, keras, tidak bisa dipungkiri, dan mengusik usaha kita untuk capai kebesaran. Kita ingin merealisasikan mimpi kita, tapi jauh di lubuk hati, ada beberapa ketakutan yang tentukan jalan kita saat kita berjalan dengan kerja keras lewat halangan hidup.

Saya pernah ada pada kondisi di mana saya benar-benar dekat sama suatu hal yang bersejarah. Tetapi, kekhawatiran saya akan membuat saya terganjal. Kekhawatiran sudah habiskan banyak ongkos dan mengetahui jika itu berawal dari skema kekalahan diri saya yang tetap menerus. Saat ini sesudah saya mengenal alurnya, saya sudah pelajari pelajaran bernilai mengenai tidak memburu tujuan besar sampai Anda 100% siap dan siap hadapi tantangan.

  • Dialog Batin Negatif

Diskusi batin ialah tipe proses yang lain memacu lubang negatif pada kelinci. Kami terus memperjelas kembali dalam pemikiran kami begitu luar biasa dan menakjubkannya kami sampai sebuah suara mulai berteriak, “YEAH RIGHT,” atau, Anda sudah menulis kalimat itu dengan krayon merah di meja Anda di satu tempat.

Apa Anda terima ini atau mungkin tidak, pemikiran mempunyai banyak kemampuan. Pemikiran yang terdistorsi mainkan peranan khusus dalam langkah Anda melihat dan menyikapi keadaan atau dunia di seputar Anda.

Pemikiran yang menyelimpang ialah salah dan berawal dari pergumulan dan ketakutan emosional atau individu yang mendalam. Menaklukkan diri kita kemungkinan sebagai penampikan yang tidak tersangka atau langkah untuk menghindar rintangan yang nampaknya mengerikan.

  • Takut akan Ketidakberhasilan

Hal yang lain kemungkinan Anda jauhi secara tidak sadar ialah kegagalan. Tujuan saya, Anda kemungkinan takut akan keberhasilan karena Anda berasa ketidakberhasilan ialah salah satu hasil yang realitas. Demikian Anda nyaris capai tujuan, Anda kemungkinan menyengaja menyabotase suatu hal dan menyepak diri Anda sendiri dengan keras. Ketakutan ialah hal yang lucu (dan selanjutnya menghancurkan). Pemikiran kita kemungkinan bertindak selaku penghalang, untuk hentikan kita capai titik tertentu dalam profesi atau kehidupan individu kita.

Penting untuk memandang dan pecahkan permasalahan apa yang mengakibatkan perselisihan batin semacam itu dan ke arah pada raibnya kesempatan dan sabotase. Penulis Elizabeth Gilbert menulis semuanya mengenai berkreatifitas tanpa rasa takut. Saat saya mendapati diri saya mencemaskan project saat sebelum diedarkan atau dikirimkan ke dunia untuk disaksikan, satu hari, saya memerlukan penegasan.Saya biasa menentramkan diri dan itu hentikan saya di lajur saya.

Tiap manusia yang hidup sudah hadapi kemerosotan dan ketidakberhasilan yang sama. Tanpa ketidakberhasilan, Anda akan kesusahan mengarahkan jalan ke arah kesuksesan.

  • Keraguan Diri

Kekalahan diri berkorelasi dengan kebimbangan diri. Sabotase diri yang tidak tersangka ialah akibat dari merasa tidak aman yang mengakar. Karena itu, mereka tidak terduga.

Otak kita diprogram membuat perlindungan kita, untuk menghindari ancaman. Sukses dapat berasa memberikan ancaman, tidak jelas dan mengerikan. Untuk mengenali kenapa Anda terus jatuh ke pemikiran akan kekalahan diri, Anda kemungkinan ingin menanyakan dalam diri sendiri, “Dari apa saya mengendalikan diri?”

Mengetahui jika pemikiran yang menghancurkan diri kita sama tidak riil dan percuma seperti pemikiran yang terdistorsi, Anda akan ada di lajur yang betul untuk memutuskan lingkaran setan.

Pemikiran yang terdistorsi ada dengan tujuan tunggal untuk bikin Anda terjerat dalam sudut pandang yang tidak sehat. Bila tidak jadi perhatian dan dimengerti dengan pas, beberapa pikiran yang menyelimpang ini beresiko diwujudkan jadi kepercayaan pokok yang Anda pendam di pada diri Anda yang serupa sekali tidak tepat. Pada gilirannya, kepercayaan pokok yang Anda putar jadi menguasai di kehidupan setiap hari Anda, pada intinya memaksakan Anda untuk secara tidak sadar mencapai rem.

Sebuah skema dirutekan secara dalam di otak. Otak kita inginkan keakraban dan menampik suatu hal yang baru, tidak dikenali atau berlainan.

Itu tidak selamanya terjadi kesemua orang. Tetapi, psikis down spiral, mendadak minimnya motivasi, dan kekhawatiran yang terlalu berlebih memacu pemikiran yang menghancurkan diri sendiri. Pemikiran kita beralih menjadi tindakan yang kemungkinan selanjutnya kita sesali. Kesadaran hanya langkah awal ke arah pembaruan diri dan pancarkan skema sabotase yang menghancurkan itu.

Saya yang dahulu, lebih dari sepuluh tahun lalu, umumnya berserah saat sebelum coba atau berbicara dalam diri sendiri, “Saya tidak berhasil di X, Y, atau Z, jadi saya semestinya tidak repot lakukan hal lain.” Bila itu tetap sudut pandang saya ini hari, saya tidak meneruskan untuk menulis buku dan mengeluarkan artikel kesehatan dan kesehatan di jurnal nasional.

Sikap yang Menaklukkan Diri Sendiri dan Dari Mana Aslinya

  • Bertindak secara Stimulanif

Jaman dulu, saat saya mempunyai bentang perhatian lalat, saya belajar pelajaran keras mengenai sikap stimulanif. Saya masih terbilang muda dan kerap bekerja dalam pertempuran atau penerbangan, berperan dalam overdrive dan banyak malam yang raib tidur.

Satu pagi, saya sedang terlibat percakapan dengan seorang mitra yang membuat pengakuan bergurau mengenai pekerjaan inovatif yang saya kerjakan dan menerjemahkan apa yang ia ucapkan sebagai penghinaan langsung.

Saya menyaksikan pesan lewat lensa yang hancur dan kusam. Sebenarnya, saya menyikapi e-mail itu begitu cepat, meremehkan ucapannya yang jujur dan berpikiran. Mataku menyaksikan satu perihal, tapi pikiranku pahami hal lain. Sukurlah, ia mengetahui jika saya ada di bawah penekanan yang mengagumkan pada waktu itu dan tahu apakah yang saya rasakan di kehidupan individu saya. Walau demikian, bila saya perlambat pemikiran dan pemikiran saya, saya tidak mencelakakan jalinan kerja.

Sikap stimulanif bisa berawal dari bermacam permasalahan – insomnia, penekanan untuk menghitung, stres, kurang optimis dalam diri sendiri atau pekerjaan, takut gagal. E-mail yang saya kirim balik ke rekan dan mitra saya tidak begitu, begitu buruk. Itu cuman protektif dan penanda jika sudut pandang saya tidak betul.

Beberapa hari ini, saya perjuangkan pola hidup meditatif yang bergerak lamban. Andaikan saya lakukan ini sepuluh tahun awalnya, saya tidak berlaku protektif dalam respon saya dan akan mengaplikasikan ucapannya lebih arif.

  • Perilaku Obsesif Kompulsif

Kesempurnaan ialah hal yang konyol untuk diperjuangkan, walau saya bersalah karenanya. Saya dahulu terobsesi dan terobsesi untuk pastikan pekerjaan saya bebas dari kekeliruan sampai saya tertidur di muka keyboard saya.

Sikap obsesif kompulsif ialah wujud kekalahan diri dalam makna yang kemungkinan Anda pikir, “Sampai ini prima, ini tidak berhasil.” Satu kali lagi, Anda hentikan diri Anda sendiri. Perjuangan untuk kesempurnaan sama mematikan dan menghancurkan seperti kebimbangan diri.

  • Penghukuman Diri

Hukuman diri dan kekalahan diri berjalan seiring. Sikap memberi hukuman diri kita kemungkinan terhitung kelaparan, kebanyakan bekerja, kekurangan tidur, atau bahkan juga tidak ke kamar kecil dan istirahat karena, yah, Anda mempunyai tenggat waktu.

Saya sudah lakukan semua ini juga. Umum tidak untuk mengetahui jika Anda memberi hukuman diri kita dan yakin jika Anda membaktikan diri pada kerajinan atau pekerjaan Anda.

Perawatan diri, bagaimana juga, selalu harus diprioritaskan saat sebelum pekerjaan A seseorang atau nda. Tanpa kesehatan dan vitalitas Anda, keberhasilan akan berasa seperti hukuman atau siksaan yang tidak biasa dan kejam.

Saya mengenali seorang yang berumur tujuh beberapa puluh dan kemungkinan bekerja sampai ia mati. Ia harus pensiun dan masih melancong ke lokasi yang jauh untuk perusahaannya. Tidak pada keadaan kesehatan terbaik dan mendisiplinkan dianya sampai di titik kekurangan. Ia nikmati kerjanya, sudah pasti, tapi setiap saya menyaksikannya, matanya melotot dan lebam atau ia belum makan sepanjang berjam-jam.

  • Menyerah pada Pemikiran yang Menyelimpang dan Menjadikan Kepercayaan Pokok Anda

Saya ingin mengutamakan pertimbangan yang terdistorsi karenanya bercabang dari kekalahan diri. Saya sudah jadi korban kemampuan pertimbangan yang tidak tidak tepat dan realitas. Pemikiran negatif bisa dipakai sebagai langkah membuat perlindungan diri Anda dari kekesalan, putus semangat, serta rasa malu akibat takut gagal.

Dibutuhkan usaha untuk yakin dalam diri sendiri, terlebih bila Anda pernah ada dalam banyak keadaan yang mencelakakan kepercayaan ini.

Interferensi Diri untuk Menaklukkan Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu

Ambil dari seorang yang, sepanjang tahun, semenjak saya masih kecil, dengar seluruh orang tentukan nasib saya karena saya mempunyai permasalahan kesehatan. Saya tidak mempunyai permasalahan kesehatan sejauh waktu. Tidak ada yang merintangi saya untuk capai tujuan saya, periode periode panjang atau pendek. Diskusi batin dengan diri Anda sendiri menggambarkan sudut pandang Anda saat ini.

Belakangan ini, saya menulis mengenai interferensi diri yang mengikutsertakan meditasi, hipnosis diri, yoga, dan praktek harian yang ditujukan untuk perkuat bukan hanya badan, tapi juga pikiran.

  • Bernafas

Pernafasan mengintervensi pertimbangan negatif. Lebih dari itu, ini melepas kemelut yang tak perlu yang membuat badan Anda kaku dan mengakibatkan sakit serta kemungkinan sakit fisik. Pernafasan diafragma perlambat detak jantung Anda, kurangi kekhawatiran, dan perlambat kecepatan pemikiran Anda.

  • Cabut

Saya tidak coba mempersalahkan apa saja pada zaman digital di mana kita hidup. Tetapi, sembunyi-sembunyi saya berasa tercipta di zaman yang salah. Saya ingin sekali hidup di periode tanpa internet, sosial media, atau hp. Walau saya memakai basis sosial itu dengan teratur, saya mengagendakan saat yang diputuskan tiap hari untuk menulis.

Saya mengambil Internet, mematikan hp saya, dan bekerja di luar. Disiplin harian ini membuat pemikiran saya turut serta, diperkaya, bergerak lebih tenang, dan lamban.

  • Tanggapi, Bukannya Bereaksi pada Kehidupan

Untuk menegaskan, saat saya bicara mengenai sudut pandang, saya tidak bicara mengenai jadi positif. Yang saya bahas ialah pastikan pemikiran Anda ada di lokasi yang betul, dalam pemikiran yang arif.

Pemikiran yang arif bermakna Anda netral secara psikis dan emosional, imbang, dan dengan penuh perhatian mengarahkan bermacam keadaan dalam hidup. Anda tidak berlagak, melakukan tindakan stimulanif, atau membuat keputusan dengan cepat. Anda tenang, pikirkan beberapa hal, dan mengecek diri kita saat sebelum merusak diri sendiri.

Pemikiran yang menyelimpang atau mungkin tidak realitas jangan beralih menjadi kepercayaan pokok mengenai diri Anda. Bila Anda berserah pada pemikiran yang menyelimpang, Anda pun menyabotase diri karena Anda biarkan beberapa pikiran ini tentukan jalan hidup Anda.

Bukannya, mengatur ulangi otak Anda memakai Pikiran Menyimpang Menghancurkan Hidupmu yang saya sebut di atas hingga Anda bisa mengenal potensi Anda seutuhnya dan jalani kehidupan yang pantas Anda peroleh.